lagu

Laman

Kamis, 17 Januari 2013

PENJURUSAN DI SMA




Mengapa ada penjurusan ???

Ketika belajar di SD dan SMP kita tidak mengenal program yang bernama penjurusan.
Program ini baru dilaksanakan pada akhir semester 2 di kelas X, mengapa ada penjurusan???
Ada beberapa hal yang dapat dijadikan alas an mengapa ada penjurusan, antara lain :
1.     Manusia itu unik, ada kecenderungan persamaan dan perbedaan anrata pribadi satu dengan yang lainnya termasuk di dalamnya persamaan dan perbedaab dalam hal bakat, minat dan kemampuan.
2.    Setiap pribadi berhak menentukan pilihan, walaupun kadangkala alternative pilihan yang ada terbatas jumlahnya.
3.    Sudah semakin dekatnya waktu untuk memasuki perguruan tinggi dan dunia kerja, dimana pada saat itu kita harus memiliki spesialisasi program studi atau pekerjaan tertentu.
4.    Secara formal program pemilihan jurusan adalah ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah melalui kurikulum yang berlaku.


Penjurusan merupakan salah satu proses penempatan atau penyaluran dalam pemilihan program pengajaran para siswa di SMA. Dalam penjurusan ini, siswa diberi kesempatan memilih jurusan yang paling cocok dengan karakteristik dirinya. Ketepatan dalam memilih jurusan dapat menentukan keberhasilan belajar siswa. Sebaliknya, kesempatan yang sangat baik bagi siswa akan hilang karena kekurangtepatan dalam menentukan jurusan.
Dalam kurikulum KTSP. Penjurusan di SMA dimulai pada akhir semester 2 kelas X. Selama di kelas X siswa hanya menerima program pengajaran umum, sedangkan di kelas XI dan XII selain menerima program umum, siswa juga mendapatkan program pengajaran khusus sebagai pilihan IPA atau IPS.
Tujuan penjurusan antara lain adalah :
Ø  Mengelompokkan siswa sesuai dengan kecakapan, kemampuan, bakat dan minat yang relative sama.
Ø  Membantu mempersiapkan siswa melanjutkan studi dan memilih dunia kerja.
Ø  Membantu memperkokoh keberhasilan dan kecocokan atas prestasi yang akan dicapai di waktu mendatang.

Ada beberapa factor yang harus diperhatikan dalam penjurusan di SMA, yaitu :
1.     Prestasi belajar
Kemampuan siswa dapat berwujud dalam kecakapan nyata dan kecakapan potensial. Kecakapan nyata dilihat antara lain dari prestasi belajar yang berbentuk skor atau nilai (hasil ulangan atau raport), sedangkan kecakapan potensial adalah salah satu kecakapan yang masih terpendam, yang dapat dilihat guru atau orang tua melalui alat non-tes seperti pengamatan, wawancara dan melihat prestasinya.
2.    Minat siswa
Minat seseorang ditandai dengan rasa senang atau tidak senang, suka atau tidak suka. MInat timbul karena adanya ionformasi atau pengetahuan tentang suatu pekerjaan, benda atau situasi. Dalam hal ini kita selaku guru dan orang tua memberikan informasi dan pengetahuan yang benar dan tepat agar siswa mendapatkan gambaran yang jelas akan pilihannya.
3.    Harapan orang tua
Berdasarkan pengalaman, ada orang tua yang memaksakan anaknya untuk masuk ke jurusan tertentu tetapi kemampuan anaknya tidak mendukung. Untuk itu, selaku pihak sekolah perlu mendengarkan atau memperhatikan keinginan/harapan orang tua terhadap anaknya, namun seyogyanya juga perlu memberikan penjelasan tentang keadaan/kemampuan siswa sehubungan denan pilihan tersebut.

4.    Hasil psikotes
Tes psikoplogis adalah sebagai sarana untuk melengkapi hasil tes prestasi belajar, yaitu untuk mengukur kawasan-kawasan perilaku yang belum terungkap oleh tes prestasi belajar.
5.    Daya tampung
Penjurusan disesuaikan dengan daya tampung sekolah, artinya berapa kelas sekolah tersebut menampung atau menerima program IPA atau IPS, ini tergantung kebijaksanaan atau ketentuan sekolah.

0 komentar:

Poskan Komentar