lagu

Laman

Kamis, 17 Januari 2013

MOTIVASI BERPRESTASI



1.    Pengertian Motivasi
Motivasi adalah daya penggerak di dalam diri seseorang untuk berbuat sendiri.
Motivasi merupakan kondisi internal individu yang mendorongnya untuk berbuat sesuatu.
Peran motivasi (Gleitman & Reber) adalah sebagai pemasok daya untuk bertingkah laku secara terarah


Motivasi dapat dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu:
  1. Motivasi Instrinsik, yaitu dorongan yang bersumber dari dalam diri seseorang.
Contoh: dorongan ingin makan, minum, ingin bisa, ingin tahu, dll.
  1. Motivasi ekstrinsik, yaitu dorongan untuk berbuat sesuatu yang berasal dari luar diri seseorang.
Contoh: seseorang bertingkah laku tertentu karena adanya penghargaan, pengakuan, pujian, hadiah, dll.
                        
Dalam prakteknya, kedua motivasi tersebut harus dikombinasikan. Namun yang paling efektif dan tahan lama adalah motivasi instrinsik yang tumbuh dari dalam diri.
Motivasi berprestasi adalah dorongan untuk selalu berjuang, bekerja habis-habisan untuk mencapai sukses.
Atau suatu motivasi untuk berprestasi lebih baik, lebih efisien, lebih cepat, lebih berkualitas dari hari ke hari.
Orang yang motivasinya tinggi bukan berarti tidak pernah gagal, tetapi bila gagal ia akan bangkit dan bahkan berusaha lagi sampai akhirnya sukses (Weiner, 1980).

2.   Filosofi Motivasi
a.    Pada hakekatnya motivasi diyakini sebagai hasil penguatan (reinforcement).
Contoh: Perolehan nilai bagus atau pujian guru akan menambah motivasi belajar siswa.
b.    Dorongan seseorang untuk menunjukkan bahwa dirinya positif (seorang yang baik) adalah motivasi untuk mendapatkan standar kepuasan diri.
c.     Teori Atribusi menemukan 2 fenomena motivasi:
Ø  Siswa yang meyakini bahwa sukses atau gagal itu disebabkan oleh faktor kemampuan dan usaha dalam diri 9internal).
Ø  Siswa yang percaya bahwa berhasil atau gagal  itu disebabkan oleh faktor luar diri atau eksternal. Keyakinan inilah yang perlu diluruskan.
d.    Teori Self-Worth
Seorang individu itu belajar dari persepsi masyarakat bahwa seseorang itu dinilai/dihargai karena prestasinya. Kegagalan akan membuat perasaan diri yang tidak berharga.
e.    Teori Ekspektasi
Motivasi seseorang tergantung pada peluang/besarnya kemungkinan berhasil dan bagaimana makna suatu keberhasilan itu bagi dirinya.
Contoh:                                 
Ø  Saya yakin dapat memperoleh nilai tinggi kalau saya mau mencoba dan bagi saya nilai itu adalah sesuatu yang sangat penting.
Ø  Saya percaya bahwa saya bisa tergolong sebagai orang-orang yang berprestasi tinggi kalau saya berusaha. Bagi saya menjadi golongan orang-orang berprestasi itu sangat penting.


3.   Motivasi Berprestasi Tinggi


Pastikan Motivasi Berprestasi Anda Tinggi

Tanda-tanda orang yang memiliki dorongan kesuksesan tinggi, antara lain:
1.     Lebih suka dan puas terhadap prestasi hasil usaha sendiri.
2.    Sukses itu bukan nasib mujur, tetapi hasil perjuangan.
3.    Kegagalan bukan berarti sial, tetapi karena volume usahanya masih kurang.
4.    mereka kreatif, lebih gigih, energik, lebih suka bertindak daripada berdiam diri, produktif dan penuh inisiatif.
5.    Suka tantangan dan memilih tugas yang resikonya realistik sesuai kemampuan nyata yang dimiliki, yakni peluang berhasil dengan resiko gagalnya seimbang.
6.    Selalu mengevaluasi dan mencari umpan balik untuk bergiat lagi.


Menumbuhkan Motivasi Berprestasi

Motivasi berprestasi tidak dibawa sejak lahir, tetapi siatu proses yang dipelajari, dilatih, ditingkatkan dan dikembangkan. Berikut Kiat-kiat Menumbuhkan Motivasi Berprestasi:
1.     Tetapkan tujuan, yakin dan bersugestilah bahwa kita dapat berubah bahkan kita memang harus berubah untuk mencapai titik maksimum.
2.    Susunlah target yang masuk akal. Saya harus meraih peningkatan dalam setiapkurun waktu.
3.    Belajar menggunakan bahasa prestasi. Gunakanlah kata-kata optimistic, misalnya “masih ada peluang lagi’. Jadikan konsep ini sebagai budaya berpikir, berbicara, berdialog dan bertindak.
4.    Belajar sendiri (otodidak) dan cermat menganalisis diri. Masih adakah cara berpikir, perilaku dan kebiasaan saya yang kurang menguntungkan.
5.    Perkaya motivasi
Ø  Dengan kekayaan motivasi membuat kita tidak kehabisan pemasok daya penggerak.
Ø  Fokuskan pada motivasi instrinsik, sentuhan perasaan dan pikiran rasional serta motivasi dari orang-orang terdekat juga dimanfaatkan.


9 komentar:

  1. Terimaksih buat materi nya...

    BalasHapus
  2. Jo....thanks buat share materinya:)

    BalasHapus
  3. Wahhh... materinya bermanfaat juga, ijin share ya... hehe...

    BalasHapus
  4. thnx materinya, bisa dipraktekan nih

    BalasHapus
  5. Wah, bocoran nih... Harusnya bsk sbtu disampaikan materinya

    BalasHapus